Mengenal Tanda Waqaf dalam Al-Qur’an [ Contoh dan Penerapan ]

tanda waqaf

Tanda Waqaf – Al-Qur’an merupakan salah satu mu’jiizat Allah SWT yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW. Membacanya merupakan ibadah yang sangat dianjurkan bagi kaum muslimin sekurang-kurangnya 5 kali sehari yaitu dalam sholat 5 waktu.

Dalam membaca Al-Qur’an, terdapat aturan-aturan yang harus diataati supaya ibadah tersebut bisa berpahala sempurna. Diantaranya adalah menjaga adab-adabnya, menggunakan hukum tajwid yang benar, membacanya dengan tartil, waqaf pada kalimat yang tepat dll.

Maka pada kesempatan kali ini, kita akan belajar bersama tentang tanda-tanda waqaf. Supaya kita bisa faham dimanakah seharusnya bacaan diwaqafkan.

Pengertian Tanda Waqaf

tanda waqaf
kataraquran.com

Ditinjau dari segi bahasa waqaf (وقف) bermakna menahan atau berhenti. Sedangkan dari segi istilah bermakna menghentikan sejenak bacaan Al-Qur’an dengan tujuan untuk bernafas disertai niat untuk kembali melanjutkan bacaan.

Lalu apa sajakah tanda waqaf dalam Al-Qur’an? Bagaimana cara waqaf yang benar? Mari simak ulasan lengkapnya dibawah ini.

BACA JUGA | Memahami Ilmu Tajwid Secara Lengkap (Hukum, Manfaat, Dalil, Kesalahan)

Jenis Jenis Tanda Waqaf dalam Al-Qur’an

Terdapat empat jenis waqaf dalam Al-Qur’an yang satu sama lainnya mempunyai derajat yang berbeda-beda. Berikut penjelasannya :

  • Waqaf Taamm (ﺗﺂﻡّ) – waqaf yang sempurna adalah menghentikan bacaan pada kata yang sempurna, tidak berhenti pada tengah-tengah kata, serta tidak mempengaruhi makna dan arti kata, karena tidak memiliki hubungan dengan ayat sebelumnya maupun ayat setelahnya;
  • Waqaf kaaf ﻛﺎﻒ – waqaf yang memadai – yaitu Berhenti pada sebuah kata yang sudah mempunyai arti sempurna, tidak berhenti pada tengah-tengah kata atau bacaan. Akan tetapi bacaan tersebut masih mempunyai hubungan makna dengan kata setelahnya.
  • Waqaf Hasan ﺣﺴﻦ – waqaf yang baik – yaitu berhenti pada sebuah bacaan atau kata yang sempurna, tidak mempengaruhi arti atau makna, Akan tetapi bacaan tersebut masih mempunyai hubungan makna dengan kata setelahnya.
  • Waqaf Qabiih ﻗﺒﻴﺢ – waqaf buruk – yaitu berhenti pada kata atau bacaan yang tidak sempurna, berhenti pada tengah-tengah kata atau ayat, wakaf jenis ini harus dijauhi karena bacaan tersebut masih berhubungan dengan bacaan sebelumnya baik maknanya maupun lafazdnya. Sehingga arti dari kata tersebut bisa rusak.

BACA JUGA | Mengenal Huruf Hijaiyah [ Pengertian, Jumlah Huruf, Tanda Baca dll ]

Tanda Waqaf dan Contohnya (artinya)

  1. Waqaf Lazim ( م) tanda waqaf lazim bersimbol huruf mim yaitu menghentikan bacaan pada kalimat yang sudah bermakna sempurna.  Waqaf tersebut terjadi pada kalimat sempurna yang dihentikan. Karena tidak mempunyai hubungan makna dan kata dengan kalimat setelahnya.
  2. Waqaf Mutlaq ( ط ) ditandai dengan huruf tho adalah tanda yang diutamakan untuk berhenti.
  3. Waqaf Jaiz ( ج ) ditandai dengan tanda jim adalah Boleh untuk berhenti dan Boleh dilanjutkan.
  4. Tanda zha ( ظ ) bermakna lebih baik dilanjutkan atau Tidak Berhenti;
  5. Waqaf Murakhkhas ( ص ) ditandai dengan tanda shad , menunjukkan bahwa lebih baik untuk tidak  berhenti atau dilanjutkan namun dibolehkan juga untuk berhenti. Perbedaan diantara hukum tanda zha dan sad terletak pada fungsinya, dengan kata lain diperbolehkan berhenti pada tanda waqaf sad;
  6. Tanda sad-lam-ya’ ( صلى ) bermakna “Al-wasl Awlaa” yaitu “wasal atau lebih utama untuk meneruskan bacaan atau tidak berhenti”,
  7. Waqaf Aula ( ق ) ditandai dengan huruf qof yang berarti ” lebih baik waqaf atau berhenti”,
  8. tanda sad-lam ( صل ) adalah singkatan dari “Qad yasilu” yang berarti “boleh diwasalkan atau dilanjutkan“, oleh karena itu lebih baik berhenti walaupun boleh dilanjutkan;
  9. Tanda Qif ( قيف ) bermakna berhenti yaitu diutamakan untuk untuk menghentikan bacaan.
  10. Tanda Saktah ( سكتة ) atau tanda sin (س) bermakna menghentikan bacaan sejenak tanpa disertai mengambil nafas. Dalam artian, Qori’ haruslah melanjutkan bacaan setelahnya tanpa menghirup udara.
  11. Tanda Waqfah ( وقفة ) hampir sama dengan waqaf saktah ( سكتة ), dalam waqaf ini menghentikan bacaan adalah lebih utama tanpa mengambil nafas.
  12. Tanda Laa (لا) bermaksud “tidak berhenti!“. Seringkali tanda ini muncul pada pertengahan ayat maupun akhir ayat. Ketentuannya apabila tanda muncul pada pertengahan ayat maka bacaan tidak boleh berhenti. Namun jika muncul pada akhir kata boleh berhenti ataupun dilanjutkan.
  13. tanda kaf (ك) bermakna “serupa”. Dalam artian, waqaf tersebut sama dengan tanda waqaf sebelumnya.
  14. Waqaf Ta’anuq atau Waqaf Muraqabah ( ... ...) disebut tanda titik tiga bermakna terikat. Tanda waqaf ini selalu muncul dua kali dan cara membacanya harus berhenti pada tanda yang pertama atau tanda yang kedua. Apabila Qori berhenti pada tanda pertama, maka langsung dilanjutkan bacaan setelahnya.

BACA JUGA | Macam-Macam Makharijul Huruf dalam Ilmu Tajwid

Sekian pembahasan tentang tanda waqaf dalam membaca Al-Qur’an. Mudah-mudahan dapat difahami. Semoga menginspirasi dan bermanfaat.

Orang lain juga menelusuri

Tanda waqaf dan washal

contoh bacaan tanda waqaf mutlaq

waqaf qabih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *