Taman Minimalist DIY depan Rumah

Setiap orang pasti mendambakan rumah yang nyaman untuk di tempati. Karena rumah yang nyaman, akan membuat penghuninya merasa betah dan kerasan untuk berlama -lama di rumah.

Banyak cara untuk menjadikan rumah kita berasa hotel bintang lima. Salah satunya adalah dengan membuat taman di halaman rumah.

Dengan adanya taman, akan menambah kesan asri dan membawa kesejukan bagi yang memandangnya. Karena rumah tanpa taman akan terlihat kurang hidup, sepi dan gersang.

Selain berfungsi untuk keindahan lingkungan, taman juga berperan sebagai tempat untuk peresapan air, ruang terbuka hijau, tempat untuk menyerap polusi kendaraan bermotor, penghasil oksigen dan supaya udara yang ada di sekitaran rumah selalu bersih dan sehat.

Halamanku sempit

Tetapi terkadang timbul permasalahan, itu disebabkan  tidak semua rumah mempunyai halaman yang cukup luas untuk dibuat taman idaman seperti yang ada di perkotaan.

Eitss… tenang saja, kamu tidak perlu khawatir, karena itu semua bisa di atasi dengan mebuat taman minimalist. Ya, taman minimalis…

Buat kamu yang mungkin tidak ada dana untuk menyewa kontraktor taman, kamu tidak perlu khawatir. karena kamu bisa membuat taman minimalist DIY.

Apaan tuh, Taman Minimslist DIY..?

https://kolekgambar.blogspot.com/2018/03/animasi-kartun-berpikir.html

Disini saya akan sedikit berbagi pengalaman terkait pembuatan taman minimalist DIY, karena semenjak saya SMA saya mulai menyukai hobi yang berhubungan dengan seni pertamanan.

Ya walaupun amatiran, gak ada mentor paling mentornya cuma google, setidaknya berani mencoba dulu. walaupun hasilnya masih jauh dibandingkan dengan kontraktor taman hehehe…

Persiapan matang matang

Sama seperti kegiatan lain yang butuh persiapan, pembutan taman minimalis pun butuh persiapan agar tidak terjadi kendala kedepanya. maka disitu saya menyiapkan cangkul, golok dan lain – lain.

Pemilihan jenis tanaman

Nah, dalam proses pemilihan jenis tanaman ini, pertama kali yang saya lakukan dalah melakukan survey dan mencari inspirasi. Saya berkeliling kampung untuk mengamati tanaman yang saya kira cocok untuk saya tanam di depan rumah.

Belum puas dengan hasil survey yang saya lakukan di kampung, kemudian di hari selanjutnya saya melakukan survey lagi  di kecamatan saya. Dari situ mulai  muncul ide gambaran desain yang akan kreasikan di taman saya.

Jangan salah Desain

 

Ini adalah tahap paling awal yang saya lakukan sebelum pembuatan taman. Dalam proses pembuatan desain ini, saya berulang kali mengubah desain gambar yang saya buat. karena butuh desain yang baik agar hasil yang di dapatkan maksimal.

Waktu itu saya membuat desainya menggunakan aplikasi yang ada di Hp saya. Wajar saja sampai sekarang pun saya belum bisa menggunakan aplikasi coreldraw atupun photoshop. hehehe…

Persiapan lahan

 

 

 

Tahap ini menurut saya cukup menyita tenaga yang sangat ekstra, karena dalam proses pembuatanya memang saya lakukan sendirian. Mulai dari mengukur tanah dan menggemburkanya, membersihkan rumput -rumput liar, membuat drainase air dan lain sebagainya.

Material penujang

Setelah menyiapkan lahan, kemuadian tahap selanjutnya adalah menyepurkan media tanam yaitu dengan menambahkan pupuk kandang, kompos dan sekam bakar.

http://agrokomplekskita.com/cara-membuat-kompos/
https://farming.id/berbagai-cara-pemanfaatan-sekam-padi-menjadi-produk-yang-lebih-bermanfaat/

Proses ini juga penuh dengan perjuangan, karena kebetulan rumah saya tidak mempunyai materialnya, sehingga saya perlu berkeliling untuk mendapatkanya.

Untuk pupuk kandang Alhamdulillah sya dapatkan dengan cuma – cuma dari paman saya walaupun jumlahnya tidak  banyak. Begitupun dengan sekam, saya mendapatkanya juga dengan gratis setelah izin dengan pemilik pabrik.

Pertama – tama yang sya lakukan setelah mendaptkan materialnya, saya campurkan antara pupuk kandang dan sekam. Setelah tercampur rata, barulah saya ratakan material tadi ke media tanam.

Pelengkap

Supaya taman yang saya buat tidak terlihat monoton dan enak di pandang, waktu itu saya berinisiatif untuk menambahakan aksesoris berupa batu batuan.

Kebtulan letak rumah saya tidaklah jauh dari kali dan bukit, sehingga dalam proses pencarian material ini tidaklah sulit. Yang sulit hanya waktu membawanya pulang, karena bebanya yang berat ditambah lagi hanya di lakukan sendiriian. Hufft…

Lihat isi Dompet

huffingtonpost.com

Kenapa saya melihat isi dompet, karena memang yang namanya hobi taman itu mahal. tetapi itu semua relatif sih… kalau taman yang dibuat mewah, besar tentu akan menghabiskan dana yang tidak sedikit. Tetapi bagi saya, walaupun taman yang sya buat hanya sekedar ataman minimalist DIY tetap saja menguras dompet saya dalam – dalam.

maka dari itu, waktu saya membeli tanaman, saya memilih yang harganya terjangkau. yang tentunya sesuai dengan kondisi kesehatan dompet saya.

Shopping tamanan

Setelah selesai melakukan survey dan pemilihan jenis tanaman, barulah saya bertolak menuju tempat penjualan bunga. Disitu saya tidak langsung mebeli tanaman sesuai dengan rencana.

Karena setelah saya perhatiakan, tanaman di tempat penjualan jenisnya sangat bermacam – macam, yang itu semua membuat saya semakin bingung untuk menentukan tanaman yang saya beli. Maklum saja baru pertama kali ke tempat kayak gini.

Setelah berfikir panjang, akhirnya saya berhasil menentukan list jenis tanaman yang akan saya beli. Berikut adalah tanaman yang saya bawa pulang :

1. Krokot Kriminil Daun Kecil

Saya sering melihat krokot jenis ini terutama di daerah perkotaan atau taman perkotaan. kenapa saya memilih tanaman ini? karena saya sangat suka dengan warnanya yang cerah, walaupun dilihat dari kejauhan.

2. Krokot Kriminil Daun Merah

Ini adalah salah stu tanaman yang sedang tren di kampung saya. saya sangat menyukai warnanya yang merah cerah, begitu pula dengan ukuranya yang pendek sehingga tanaman ini saya fikir sangat cocok untuk di kombinasikan dengan krokot kriminil daun kecil.

3. Pohon Erpah

Kemudian Pohon Erpah, nah inilah tanaman yang termasuk paling sulit dicari di tempat saya. Tetapi waktu itu, saya sungguh sangat beruntung, karena pedagang sedang banyak stok. Tanpa fikir panjang membelinya sekitar 4 pot.

4. Melati Mini

Melati Mini adalah tanaman terakhir yang beli, disitu saya melihat keunikan tanaman tersebut. Kata pedaganya kalau tanamanya sudah besar nanti bisa dibentuk sesuai selera.

Itulah tanaman yang saya beli dari pedagang. Dan disisi lain saya juga sudah mempersiapkan tanaman gratis yang saya amil di depan rumah yaitu Rumput Jepang.

Proses Penanaman

Setelah semua bahan dan media siap, maka tanpa berfikir panjang, saya langsung eksekusi alias melakukan penanaman.

Dimulai dari tanaman krokot yang jumlahnya cukup banyak, kemdian dilanjutkan rumput jepang dan sampai akhirnya semuanya tertanam. Alhamdulillah…

Bisa tepar akhirnya

ya seperti inilah pengalamanku dalam membuat taman. Sebenarnya dalam prosesnya, tidak sedikit yang mengatakan kalau hobiku ini mirip anak perempuan. Bhakan ada yang mengatakan kurang kerjaan dan buang – buang waktu.

Bukanya sombong hehehe… Tetapi waktulah yang menjawab semuanya, karena setelah taman yang saya buat sudah menampakan keindahanya. Ternyata banayak sekali yang meminta bibit tanaman dari halaman saya.

Bukan cuma tetangga saja, tetapi juga orangjauh yang kebetulan lewat depan rumah pun tidak sedikit yang meminta bibit.

Demikian kisahku dan tamanku semoga mengispirasi.

One Reply to “Taman Minimalist DIY depan Rumah”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *