5 Suku di Jawa Timur yang Harus Kamu Ketahui

Suku di Jawa Timur

Suku di Jawa Timur – Jawa Timur merupakan sebuah provinsi yang terletak di ujung timur Pulau Jawa. Ibu kotanya berada di Surabaya. Kemudian luas wilayahnya sekitar 47.922 km² serta mempunyai jumlah penduduk 42.030.633 jiwa ( pada sensus 2017).

Wilayah Jawa Timur termasuk yang terluas dibandingkan dengan 6 provinsi lain di Pulau Jawa, serta mempunyai jumlah penduduk terbesar kedua di Indonesia setelah Provinsi Jawa Barat. Suku di Jawa Timur.

BACA JUGA | Rumah Adat Jawa Timur yang Masih Tetap Kokoh Hingga Sekarang

Batas-batas wilayahnya meliputi di utara Jawa Timur berbatasan dengan Laut Jawa, Samudra Hindia di selatan,  Provinsi Jawa Tengah di barat, Selat Bali di timur. Cakupan wilayah Jawa timur meliputi Pulau Bawean, Pulau Madura, Pulau Kangean, Samudera Hindia (Pulau Sempu, dan Nusa Barung) dan Kepulauan Masalembu.

Suku di Jawa Timur yang Jarang Diketahui

Ternyata di Jawa Timur, tidak hanya terdapat satu suku saja. Nah, berikut ini adalah beberapa suku di Jawa Timur yang mungkin saja belum kamu ketahui. Oke, langsung saja simak pembahasannya.

1. Suku Tengger

Suku di Jawa Timur
ZihanTravel.com

Di Jawa Timur, ternyata tidak hanya terdapat satu suku saja, melainkan ada beberapa suku salah satunya Suku Tengger. Suku Tengger mempunyai adat dan kebudayaan yang sedikit berbeda dengan Suku Jawa pada umumnya, salah satunya adalah dialek Bahasa Jawa Tengger.

Suku Tengger merupakan etnis yang menetap dibawah lereng Gunung Bromo. Gunung Bromo sendiri merupakan lokasi pertemuan empat kabupaten yaitu Malang, Probolinggo, Pasuruan dan Lumajang. Suku di Jawa Timur.

BACA JUGA | Rumah Adat Madura yang Tidak Lapuk Oleh Zaman

Bagi Suku Tengger, Gunung Bromo diyakini mempunyai kekuatan magis dan memiliki kedudukan yang sakral. Masyarakat Tengger percaya, bahwa arwah para leluhur mereka bersemayam didalam gunung tersebut. Ada beberapa ritual adat yang selalu rutin digelar oleh masyarakat Tengger, diantaranya Upacara Adat Karo dan Upacara Kasada.

Upacara Adat Karo merupakan perayaan terbesar masyarakat Tengger yang rutin diselenggarakan pada bulan karo (penanggalan Tengger). Perayaan ini bermakna kembali suci (Satya Yoga) seperti halnya Idul Fitri. Dalam Perayaan ini masyarakat akan silih berganti mengunjungi rumah satu sama lain.

Upacara Kasada merupakan upacara yang rutin digelar pada bulan kedua belas (Kasada). Upacara ini dilakukan pada saat bulan purnama, dari mulai sore hari hingga pagi hari. Upacara ini dimaksudkan untuk memberikan sesajen kepada kawah Bromo, sebagai ungkapan syukur kepada Sang Hyang Widhi (Dewa Suku Bromo).

2. Suku Osing

Suku di Jawa Timur
PicBon.com

Suku Osing atau Suku Using merupakan penduduk asli daerah Banyuwangi yang menjadi mayoritas pada beberapa kecamatan di daerah tersebut. Bahasa sehari-hari mereka adalah Bahasa Osing yang merupakan turunan dari Bahasa Jawa Kuno. Suku di Jawa Timur.

Pada awalnya, masyarakat Osing mayoritas beragama Hindu dan Budha. Namun setelah berkembangnya kerajaan Agama Islam, masyarakat Osing banyak yang beralih memeluk Agama Islam. Mayoritas Suku Osing bekerja sebagai petani dan sebagian bekerja sebagai pedagang, PNS dll.

BACA JUGA | Kamu Harus Tau, Inilah Pakaian Adat Jawa Timur

Seperti kita ketahui, daerah Jawa sangat terkenal dengan hal-hal mistiknya. Begitu pula dengan Suku Osing, mereka mempunyai kesenian yang berbau mistik seperti Jaranan, Gandrung Banyuwangi, Patrol, Tari Barong, Kendang Kempul, Jaran Kicak dll.

3. Suku Bawean

Suku di Jawa Timur
BeritaGresik.com

Suku Bawean dikenal juga dengan nama Babian atau Boyan adalah bagian masyarakat Melayu yang berasal dari Pulau Bawean (pulau berada di Laut Jawa), yang letaknya diantara Pulau Jawa di selatan dan Pulau Kalimantan di utara. Suku di Jawa Timur.

Sebagian Suku Bawean juga ada yang berhijrah ke negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia. Tidak diketahui secara waktunya, namun dari berbagai sumber mengatakan dari interval tahun 1800-1900. Bahasa sehari-hari suku Bawean adalah Bahasa Semi Jawa.

Suku Bawean mayoritas beragama islam, sehingga secara tidak langsung juga mempengaruhi kebudayaan dan adat istiadat masyarakatnya. Diantara kebudayaannya adalah Kercengan (lagu-lagu salawat kepada Nabi Muhammad SAW), Dikker (pujian dan salawat), Cukur Jambul (mencukur rambut bayi yang sudah berumur 40 hari) dll.

4. Suku Madura

Suku di Jawa Timur
damniloveindonesia.com

Suku Madura merupakan salah satu etnis yang mempunyai populasi yang cukup besar, sekitar 7.179.356 juta jiwa (sensus 2010). Selain merantau ke Pulau Jawa, Suku Madura juga banyak yang bermigrasi ke Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Nusa Tenggara serta ke negara Timur Tengah terkhusus Arab Saudi.

Mayoritas orang Madura adalah beragama Islam. Bahkan Suku Madura terkenal sangat taat dalam menjalankan ajaran Agama Islam. Hal tersebut dapat dilihat dari menyebar luasanya berbagai macam pesantran di wilayah mereka. Suku di Jawa Timur.

Bahasa sehari-hari yang digunakan adalah Bahasa Madara. Bahasa ini sangatlah berbeda dengan Bahasa jawa pada umumnya. Selain itu orang Madura juga terkenal memiliki karakter yang kuat, bahkan mereka memiliki sebuah perkataan ” lebbi bagus pote tollang, atembang pote mata” artinya lebih baik mati (putih tulang) daripada malu (putih mata).

5. Suku Jawa

Suku di Jawa Timur
nazarul14.wordpress.com

Suku Jawa atau biasa disebut Wong Jowo adalah sebutan untuk suku Jawa atau orang Jawa asli. Suku ini merupakan etnis yang berasal dari Jawa Tengah, Jawa Timur dan Yogyakarta. Suku Jawa merupakan etnis terbesar di Indonesia, yaitu sekitar 41%.

Selain itu, suku Jawa juga banyak bertempat di berbagai daerah seperti Lampung, Sumatera Utara, Banten dll. Di Jawa Timur sendiri, Suku Jawa merupakan penduduk mayoritas, yaitu sekitar 60 %. Sedangkan sisanya terbagi atas banyak golongan dan etnis.

Bahasa Jawa adalah Bahasa utama yang digunakan untuk berkomunikasi. Dari hasil survey majalah Tempo tahun 1990-an, hanya sekitar 12% yang menggunakan Bahasa Indonesia dan 18% bahasa campuran. Suku di Jawa Timur.

Adapun kepercayaan mayoritas orang Jawa adalah Agama Islam. Namun juga ada yang beragama Hindu, Budha, Kristen, Protestan dan kepercayaan Kejawen.

Sekian saja pembahasan suku di Jawa Timur. Jika anda menyukai artikel diatas, jangan lupa komen dan share. Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *