Pesona Rumah Adat Madura (Rumah Tanean Lanjhang)

rumah adat madura

Rivorma – Tahukah kamu apakah nama rumah adat Madura? Ya, benar sekali namanya adalah Tanean Lanjhang. Rumah adat ini merupakan warisan budaya leluhur masyarakat Madura yang masih tetap lestari hingga kini.

Kalau kamu sewaktu-waktu sedang berkunjung ke Madura jangan lupa untuk melihat keunikan struktur dan pola bangunan rumah Tanean Lanjhang.

Secara bahasa Tanean Lanjhang berarti “Halaman Panjang”. Makna itu sendiri ini sejalan dengan struktur bangunannya yang berbentuk memanjang dari arah Barat ke Timur.

Keunikan Rumah Adat Madura

Rumah Adat Madura
kelbung.blogdesa.net

Selain berfungsi sebagai tempat tinggal, rumah Tanean Lanjhang juga dianggap sebagai gambaran kehidupan masyarakat Madura yang begitu memperhatikan dan mengutamakan hubungan persaudaraan.

Oleh karena itu, pola Tanean Lanjhang mempunyai beragam keistimewaan yang mencuat dari nilai-nilai filosofis kehidupan sosial suku Madura. Lantas keunikan apa saja yang terdapat pada Rumah adat Madura ini? Langsung saja simak pembahasannya.

BACA JUGA | 4 Rumah Adat Sulawesi Tenggara

Konsep Tanean Lanjhang

Rumah Adat Madura
sampangkabmuseumjatim.wordpress.com

Berbeda dengan Rumah Adat Lampung yang berbentuk panggung, Rumah Tanean Lanjhang secara umum masih mirip dengan Rumah Joglo.

Namun Sebenarnya Tanean Lanjhang bukanlah sebutan untuk sebuah rumah saja, namun mencakup beberapa rumah dan perabotannya dalam sebuah lingkungan.

Satu Tanean Lanjhang mempunyai beberapa rumah yang tersusun memanjang dan berjajar dari arah Barat ke Timur disertai dengan tempat ibadah (mushola) serta sumur, kandang ternak dan halaman rumah yang panjang. Rumah adat Madura.

Secara geografis, Tanean Lanjhang biasanya dibangun berdekatan dengan ladang, lahan garapan, sungai, sawah, dan jalan. Untuk pembatas, sebuah kompleks rumah biasanya dilengkapi dengan pagar tanaman hidup atau pematang (tanah yang ditinggikan) sehingga memisahkan dengan lahan garapan.

Pada umumnya, Satu kompleks rumah biasanya terdapat 2 sampai 10 rumah. Setiap rumah dihuni oleh satu anggota keluarga, serta dalam satu kompleks tersebut setiap pemiliknya masih mempunyai hubungan kekerabatan.

Orang yang memiliki tingkat kekerabatan lebih tinggi rumahnya akan terletak pada bagian barat. Sebagai contoh kakek, orang tua, kakak dari ayah atau ibu, dan seterusnya. Sedangkan semakin ke timur, hubungan kekerabatan antar pemilik rumah, biasanya akan lebih rendah.

Salah satu ciri khas yang dimiliki rumah Tanean Lanjhang adalah dilengkapi dengan bangunan mushola atau masjid keluarga. Letaknya sendiri berada di ujung barat Tanean Lanjhang. Rumah adat Madura.

Setiap rumah mempunyai sebuah kandang ternak. Adapun kandang ternak tersebut terdapat pada bagian depan rumah. Kandang tesebut sebenarnya biasa diisi oleh berbagai macam binatang, namun binatang paling umum adalah kerbau, sapi atau dan ayam.

Struktur dan Pola Tanean Lanjhang

Pada umumnya, Tanean Lanjhang tersusun atas beberapa komponen. Diantara komponen tersebut antara lain :

Mushola/langgar, tidaklah mengherankan mengapa Tanean Lanjhang mempunyai bangunan berupa Mushola. Hal tersebut disebabkan suku Madura yang mayoritas beragama islam dan sangat menjunjung tinggi nilai religius.

Bentuknya sendiri persegi panjang yang membentang ke arah belakang dengan ukuran 23,1 m. Ruangan ini berfungsi seperti masjid pada umumnya. Didalamnya terdapat berbagai perlengkapan alat sholat dan sarana fasilitas lainnya, seperti sajadah, tikar, speaker serta mukena. Rumah adat Madura.

Kandang, merupakan bangunan yang berfungsi sebagai tempat tinggal binatang seperti kambing, sapi, kerbau serta ayam yang terletak di depan rumah. Ukuran kandang pada umumnya adalah 6,6 x 5,9 namun itu juga menyesuaikan dengan kebutuhan.

Tanean atau halaman mempunyai bentuk persegi panjang yang membentang dari arah barat ke timur. Seperti fungsi halaman pada umumnya, Tanean juga biasa digunakan untuk tempat bermain anak-anak, tempat menjemur hasil pertanian serta tempat untuk dilangsungkannya berbagai acara seperti pernikahan dll.

Rumah memiliki bentuk persegi panjang yang memanjang kearah samping dengan ukuran 6,6 x 12 m

Dapur, dalam komplek Tanean Lanjhang, setiap rumah terdapat sebuah dapur yang berbentuk persegi panjang dengan membentang ke arah belakang dengan ukuran kurang lebih 3,7 x 6,6m. Rumah adat Madura.

Bahan dan Material Bangunan

Tanean Lanjhang dibangun dengan beragam material. Kombinasi antara bahan baku dari alam dengan bahan baku modern adalah kombinasi yang unik. Lantai rumah sendiri biasanya beralaskan plesteran semen. Adapun tinggi lantai biasanya berkisar 40 cm dari tanah. Tujuan pembuatan dengan ketinggian sekian adalah untuk mencegah merembesnya air ke permukaan lantai ketika sedang terjadi hujan.

Kayu merupakan bahan baku pembuatan dinding dan rangka rumah. Rangka dinding terbuat dari kayu balok, dinding terbuat dari papan, adapun kerangka atap tersusun dari bambu. Sedangkan pada bagian atap menggunakan genteng tanah, daun alang-alang, daun nipah, atau tergantung kemampuan dan selera pemilik rumah.

Atap Tanean Lanjhang, terkenal dengan beberapa desain yang biasa digunakan pada rumah adat Madura ini, yaitu desain jadrih, pacenan dan trompesan. Hal unik dari Pacenan ialah memiliki hiasan berupa ekor ular atau tanduk yang komponen bubungannya seperti halnya bangunan rumah adat china.

Sedangkan jadrih memiliki 2 bubungan, sementara trompesan adalah atap dengan 3 patahan bagian.

Rumah Adat Suku Madura

Nah, berikut ini adalah kumpulan berbagai macam gambar rumah adat Madura.

Rumah Adat Madura
kelbung.blogdesa.net
Rumah Adat Madura
formartinstitute.com
Rumah Adat Madura
muarah.blogdesa.net

Itulah tadi beberapa hal unik yang dapat kita jumpai dari rumah adat suku Madura yang bernama Tanean Lanjhang. Jika kamu menyukai artikel diatas, jangan lupa coment dan share. Terimakasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *