Uniknya Rumah Adat Lampung (Bentuk, Struktur, Filosofi) + Gambar

rumah adat lampung

Rumah Adat Lampung –  Kalau ditanya, manakah pintu gerbang Pulau Sumatera ? Ya benar sekali, jawabannya adalah Provinsi Lampung. Lampung merupakan sebuah daerah yang terletak di ujung selatan Pulau Sumatera.

Batas wilayah Provinsi Lampung, pada bagian selatan berbatasan dengan Selat Sunda, timur berbatasan dengan Laut Jawa, barat berbatasan dengan Samudra Hindia serta utara berbatasan langsung dengan Provinsi Bengkulu dan Provinsi Sumatera Selatan.

Provinsi Lampung terkenal berbagai peninggalan budaya leluhurnya seperti rumah adat, tarian adat dsb. Selain itu, Lampung juga terkenal para transmigran dari luar daerahnya seperti Jawa, Sunda, Bali, Bugis yang hidup berdampingan dengan penduduk asli.

BACA JUGA | Kokohnya Rumah Adat Jawa Timur 

Walaupun corak kebudayaan di provinsi ini cenderung pluralisme, namun orang Lampung juga masih menjaga warisan budaya para leluhurnya. Salah satu contoh warisan kebudayaan yang masih mempertahankan corak, struktur serta desain bangunannya adalah rumah adat lampung.

Macam Macam Rumah Adat Lampung

rumah adat lampung
dirumahajaya.blogspot.com

Rumah Adat Lampung terdiri dari beberapa jenis yang tersebar di beberapa kabupaten. Namun sebenarnya, Struktur bangunannya masih mempunyai kemiripan dengan Rumah Adat Sulawesi Tenggara. Nah, untuk lebih jelasnya simak ulasannya dibawah ini.

1. Rumah Adat Lampung Nuwo Sesat

Rumah adat lampung
pain-base.com

Salah satu rumah adat Lampung yang masih tetap lestari sampai saat ini adalah Nuwo Sesat.

Nuwo Sesat merupakan bangunan yang berfungsi sebagai tempat pertemuan adat dikalangan para purwatin (pimpinan adat) ketika mengadakan musyawarah (pepung adat).

Seperti halnya bangunan rumah adat Lampung yang lain, Nuwo Sesat juga berbentuk panggung yang ditopang oleh beberapa tiang penyangga. Namun pada saat ini, banyak dijumpai Nuwo Sesat yang dibangun tanpa tiang/depok (berlantai tanah).

Salah satu keunikan yang dimiliki bangunan Nuwo Sesat adalah Ornamen payung besar pada atap (Rurung Agung) yang berwarna merah, kuning serta putih untuk menggambarkan tingkat kepenyimbangan masyarakat adat Lampung Pepadun.

Pada zaman dahulu, atap Nuwo Sesat terbuat dari ilalang. Namun seiring berjalannya waktu, penggunaan anyaman ilalang mulai tergantikan dengan genteng.

BACA JUGA | fakta Rumah Adat Sulawesi Barat

2. Rumah Adat Lampung Barat

Rumah adat lampung
Kupastuntas.co

Lamban Pesagi merupakan Rumah Adat yang berasal dari Lampung Barat. Arti kata lamban adalah rumah, sedangkan pesagi adalah persegi. Karena Lamban Pesagi berbentuk segi empat.

Secara umum, struktur dan fisik bangunan Lamban Pesagi tidaklah berbeda dengan rumah adat lampung pada umumnya. Lamban Pesagi memiliki beberapa tiang besar penyangga pada bagian bawahnya.

Namun uniknya, bagian bawah rumah yang biasanya digunakan sebagai tempat penyimpanan hasil panen tidak berlaku pada rumah adat ini. Bagian kolong rumah biasanya digunakan sebagai kandang binatang ataupun gudang.

Sedangkan hasil panen akan diletakkan pada lumbung padi (walai) yang dibangun tidak jauh dari rumah.

3. Rumah Adat Lampung Timur

Rumah adat lampung
kelilinglampung.wordpress.com

Rumah Adat Lampung Timur juga berbentuk panggung. Seperti halnya rumah adat di Desa Wana Kecamatan Melinting Kabupaten Lampung timur.

Rumah adat di daerah tersebut mempunyai ukiran dan ornamen khas Lampung. Namun banyak yang mengatakan, bahwa arsitektur rumah adat tradisional Lampung Timur banyak dipengaruhi oleh arsitektur Kayu Agung Provinsi Sumatera Selatan.

Sesuai kesepakatan terkait tata ruang desa, maka rumah penduduk dibangun berjajar pada satu ruas jalan. Sedangkan di belakang rumah, biasanya sudah dimanfaatkan sebagai kebun atau ladang.

BACA JUGA | Pesona Rumah Adat Madura (Tanean Lanjhang)

4. Rumah Adat Lampung Nuwo Balak

Rumah adat lampung
batinbudayapoerba.blogspot.com

Bagi masyarakat Lampung yang beradat Pepadun, rumah adat mereka dikenal dengan Istilah Nuwo. Terdapat dua jenis Nuwo yaitu Nuwo Sesat dan Nuwo Balak.

Nuwo Balak merupakan tempat tinggal bagi Penyimbang Adat (kepala adat). Nowo Balak juga mempunyai sebutan lain yang umum digunakan masyarakat Lampung yaitu Balai Keratun.

Nuwo Balak tersusun atas beberapa bagian diantarnya, Pusiban berfungsi sebagai ruang tempat musyawarah resmi, Anjungan berfungsi sebagai tempat pertemuan kecil, Lawang Kuri merupakan gapura, Kabik Rangek berfungsi sebagai kamar tidur anak kedua, Kabik Tengah berfungsi sebagai kamar tidur anak ke tiga dsb.

Struktur Rumah Adat Lampung

rumah adat lampung
kelilinglampung.wordpress.com

Secara umum, rumah adat Lampung masih mempunyai kemiripan dengan berbagai rumah adat yang yang di Sumatera. Karena rumah adat daerah Sumatera mayoritas berbentuk panggung.

Dengan bentuk panggung, mengharuskan pemilik rumah untuk memasang tangga sebagai akses keluar masuk rumah. Dalam istilah lampung, tangga disebut sebagai Ijan Geladah.

Letak tangga ini sendiri berada di depan rumah, dengan dihiasi berbagai motif ukiran yang semakin mempercantik tampilan depan rumah.

rumah adat lampung
arsitekrumahidaman.com

Kemudian, rumah adat ini juga dilengkapi emperan atau teras di depan rumah yang sering sebut Anjungan. Seperti halnya emperan rumah kebanyakan, Anjungan biasa digunakan sebagai tempat bersantai, bercengkrama bersama tetangga dsb.

rumah adat lampung
ulun lampung.blogspot.com

Selain itu, di dalam rumah juga terdapat beberapa ruangan yang mempunyai fungsi dan kegunaan yang berbeda. Diantaranya Tetabuhan yaitu tempat untuk menyimpan pakaian adat serta alat musik tradisional Lampung, Gajah Merem (tempat penyimbang beristirahat) serta Pusiban (ruangan untuk musyawarah/diskusi).

Keunikan Rumah Adat Lampung

rumah adat lampung
coretan-di-tanjungbintang.blogspot.com

Setiap daerah di Indonesia, pasti mempunyai rumah adat. Seperti halnya Lampung, rumah adat di provinsi ini mempunyai struktur bangunan yang unik dan khas.

Keunikannya dapat dilihat dari desain bangunan yang berbentuk panggung dengan ditopang beberapa tiang penyangga. Umumnya, rumah adat lampung terbuat dari kayu baik tiang maupun lantainya.

Namun saat ini, masyarakat banyak yang memilih menggunakan keramik atau semen sebagai lantai.

Hutan Lampung terkenal akan kekayaan flora dan faunanya. Bahkan tak jarang ditemukan hewan buas yang berkeliaran di sekitar rumah. Sehingga tidaklah heran jika rumah adat Lampung dibuat dengan desain panggung. Hal ini dimaksudkan guna menghindari serangan hewan buas.

Selain itu, bagian bawah rumah panggung juga bisa dimanfaatkan sebagai tempat penyimpanan barang seperti kayu, tempat hasil panen dsb.

Filosofi dan Makna Rumah Adat Lampung

rumah adat lampung
ulun lampung.blogspot.com

Salah satu hal yang menjadi keunikan serta ciri khas rumah adat Lampung adalah bermacam hiasan yang dipajang pada dinding rumah.

Pemasangan hiasan ini bukan hanya sekedar dekorasi rumah saja. Namun hiasan ini juga berisi petuah/nasehat yang diambil dari kitab kuno para leluhurnya yaitu Kitab Kuntara Raja Niti.

Di dalam kitab tersebut terdapat banyak doktrin yang masih dipegang oleh setiap pribumi Lampung. Diantara doktrin yang diajarkan adalah :

  1. Sakai Sembayan, yaitu doktrin saling gotong royong serta tolong-menolong pada setiap pekerjaan.
  2. Nengah Nyampur, yaitu doktrin untuk selalu menjaga hubungan baik dalam kehidupan masyarakat sosial.
  3. Juluk Adek, yaitu doktrin kepada orang yang mempunyai gelar adat, supaya mempunyai kepribadian baik yang dapat dijadikan panutan di masyarakat.
  4. Nemui Nyimah, yaitu doktrin untuk selalu menjaga tali silaturrahim antar sanak saudara dan senatiasa besikap sopan pada tamu.
  5. Pill Pusanggiri, yaitu doktrin untuk merasa malu manakala berbuat sebuah kesalahan.
  6. Sang Bumi Ruwa Jurai, yaitu doktrin untuk selalu bersatu meskipun terdapat perbedaan. Ajaran ini juga yang mempersatukan antara Lampung Pepadun dan Lampung Saibatin hingga kedua etnis ini hidup rukun dan saling menghormati.

Nah, itulah tadi informasi terkait rumah adat yang ada di Lampung. Hal itu semua menunjukan bahwa Indonesia adalah bangsa yang kaya akan budaya. Sehingga patut bagi kita untuk selalu melestarikan kekayaan tersebut. Jika kamu menyukai artikel diatas, jangan lupa comment dan share. Terimakasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *