Eksistensi Rumah Adat Jawa Timur | Struktur, Filosofi, Gambar & Keunikan

Rumah Adat Jawa Timur

Rumah Adat Jawa Timur – Budaya di Indonesia memang dikenal sangat plural dan beragam mulai dari rumah adat, seni budaya, hingga berbagai macam bahasa dapat kita jumpai di nusantara tercinta ini. Salah satu peninggalan kebudayaan yang masih tetap lestari hingga saat ini adalah rumah adat.

Setiap daerah di Indonesia pasti mempunyai ciri khas serta keunikan tersendiri terkait arsitektur dan desain rumah adatnya. Rumah adat Jawa Timur atau Rumah Joglo merupakan warisan kebudayaan yang memiliki berbagai keunikan.

Nah, pada kesempatan kali ini, kita akan membahas secara rinci dan mendalam tentang Rumah adat Jawa Timur.

Rumah Adat Jawa Timur dan Penjelasannya

Rumah Adat Jawa Timur
peta-kota.blogspot.com

Pulau Jawa merupakan pulau terbesar ke 5 di Indonesia setelah Kalimantan, Sumatera, Papua dan Sulawesi. Pulau Jawa juga dikenal sebagai pulau dengan penduduk terpadat di dunia yaitu berkisar 145 juta (sensus 2015).

Sehingga tidaklah heran, jika kebudayaan yang dimiliki begitu kaya dan sangat beragam. Rumah Adat Jawa Timur merupakan salah satu warisan leluhur yang tetap terjaga keotentikanya hingga saat ini.

Namun pada saat ini, pembangunan rumah berarsitektur adat tidak begitu diminati oleh kebanyakan orang. Pada umumnya, masyarakat lebih memilih bangunan bergaya modern minimalis yang dianggap lebih ramah lingkungan dan hemat secara finansial.

Tetapi pada daerah khususnya di pedesaan, kita tidak akan sulit untuk menemui rumah adat ini.

Keunikan, Filosofi Gambar Rumah Adat Jawa Timur (Rumah Joglo)

Rumah Adat Jawa Timur
arsitag.com

Pada umumnya, Rumah Adat Jawa Timur (Rumah Joglo) dibuat dengan meterial utama kayu jati. Pemilihan kayu jati disebabkan faktor kekuatan dan kualitas kayu yang dianggap bagus. Sehingga bangunan akan awet dan tahan lama.

Penamaan joglo sendiri merupakan simbol dari bentuk atap rumah yang melambangkan bentuk gunung yang mengerucut pada bagian puncaknya.

Pada masa lalu, gunung dianggap memiliki kedudukan yang agung dan sakral pada masyarakat jawa. Filosofi inilah yang menjadi inspirasi terbesar dalam pembuatan atap rumah adat jawa timur.

Struktur, Manfaat dan Keguanaan Rumah Adat Jawa Timur

1. Pendopo

Rumah adat jawa timur
rumahjoglobogor.blogspot.com

Berbeda dengan rumah adat pada umumnya, Rumah Adat Jawa Timur memiliki sebuah bangunan terbuka yang terletak di depan rumah yaitu pendopo.

Struktur bangunan pendopo terdiri dari beberapa bagian diantaranya saka pengerek, saka guru dan tumpang sari. Ukuran pendopo sangat beragam, biasanya pendopo berukuran besar dan tanpa tiang akan digunakan tempat untuk acara besar seperti wayang kulit, gamelan, tari dsb..

Pada masyarakat tradisional jawa, pendopo mempunyai makna dan filosofi yang penting. Selain digunakan sebagai tempat untuk menyambut tamu, tempat bercengkrama bersama keluarga, tempat musyawarah membahas pernikahan, acara adat dll.

Pendopo juga berfungsi sebagai tempat berkumpul untuk menjalin keakraban dan kebersamaan bersama tetangga disekitar rumah.

2. Pringgitan atau Paringgitan

Rumah adat jawa timur
azzahraanaba.blogspot.com

Pringgitan atau paringgitan adalah ringgit yang dalam bahasa jawa ngoko berarti wayang. Wayang yang dimaksud disini adalah wayang kulit.

Pringgitan merupakan tempat penghubung antara pendopo dengan ruangan dalam. Pada umumnya, pringgitan dibatasi oleh sebuah sekat (dari gebyok) untuk membatasi dua ruangan tersebut.

Fungsi dari pringgitan sendiri adalah sebagai tempat untuk menerima tamu. Tetapi ada juga yang mengatakan sebagai tempat untuk bersantai bersama keluarga atau sebagai tempat pertunjukan wayang kulit.

3. Dalem

Rumah Adat Jawa Timur
rumahjoglo.net

Semakin masuk ke dalam ruangan rumah, akan ditemukan sebuah ruangan bernama dalem. Ruangan ini begitu menunjukan hierarki pada penataan ruangnya.

Dalem merupakan ruangan tengah yang biasa digunakan sebagai ruang keluarga. Letaknya yang berada yang berada di tengah rumah, menjadikannya lebih privasi dibandingkan pendopo ataupun pringgitan.

Ruangan dalem mempunyai bentuk persegi yang dikelilingi dinding pada sisi-sisinya. Dalem adalah ruangan yang penting, karena ruangan ini akan terhubung dengan sentong (kamar tidur).

4. Sentong

rumah adat jawa timur
omahbaturan.com

Sentong merupakan ruangan untuk istirahat atau kamar tidur bagi pemilik rumah serta anggota keluarga. Ukuran dan jumlah sentong menyesuaikan berapa anggota keluarga yang menempatinya.

Pada zaman dahulu, sentong hanya dibuat sebanyak tiga kamar saja yaitu sentong kiwo, sentong tengah dan sentong tengen.

  • Sentong Kiwo merupakan ruangan tidur bagi anggota keluarga. Secara khusus sentong kiwo dijadikan sebagai ruangan tidur bagi anak laki-laki ataupun kerabat yang sedang bermain ke rumah.
  • Sentong Tengah juga dinamakan krobongan merupakan tempat yang dianggap paling sakral atau suci pada kepercayaan adat jawa dimasa lampau.
    Selain berfungsi sebagai kamar, ruangan sentong tengah juga digunakan sebagai tempat penyimpanan bahan makanan maupun benda-beda pusaka.
  • Sentong Tengen (Kamar yang berada di sebelah kanan) merupakan ruangan kamar untuk keluarga atau anak-anak perempuan. Biasanya, selain dijadikan sebagai tempat tidur, sentong tengen juga berfungsi sebagai tempat penyimpanan bahan makanan.

5. Kuncung

ruamah adat jawa timur
imasanjati.com

Kuncung merupakan ruangan yang berada disamping pendopo atau disekitaran pendopo yang biasa digunakan sebagai tempat bersantai semisal minum kopi, teh, atau membaca.

6. Gandok

rumah adat jawa timur
omahgandokhomestay.blogspot.com

Gandok merupakan bangunan yang berbentuk memanjang ke belakang. Gandok berfungsi sebagai tempat penyimpanan peralatan dapur, ruang makan sekaligus juga sebagai ruangan penyimpanan bahan makanan.

7. Pawon

rumah adat jawa timur
myimage.id

Pawon merupakan bagian yang sangat vital dalam sebuah rumah. Pawon (dapur) dalam masyarakat jawa biasanya masih berbentuk sangat tradisional.

Seperti contoh tempat untuk memasak masih menggunakan kayu bakar yang tempatnya terbuat dari tanah liat.

Ornamen Pintu Rumah Adat Jawa Timur

rumah adat jawa timur
griyajoglofurniture.blogspot.com

Selain terkenal dengan berbagai macam keunikanya, rumah joglo juga terkenal dengan ornamen pintunya. Pada kepercayaan kuno masyarakat jawa, ornamen pada pintu diyakini dapat melindungi rumah dan penghuninya dari segala mara bahaya.

Keunikan yang tak kalah unik lainya adalah masyarakat jawa kuno menganggap ruang tengah mempunyai kedudukan yang sakral.

Sehingga hampir setiap waktu, ruangan ini akan selalu diberi penerangan dengan ublik (lampu berbahan dasar minyak tanah) baik siang maupun malam hari.

Rumah Adat Jawa Timur Situbondo

Daerah Ponorogo mempunyai sebuah rumah adat yang masih tetap eksis hingga saat ini yaitu rumah adat jawa timur situbondo.

Pada dasarnya rumah Joglo yang berada di Jawa Timur masih ada kaitannya dengan rumah rumah Joglo di Jawa Tengah. Mengingat letak dua daerah ini yang berdampingan.

Salah satu karakteristik utama Rumah Joglo Situbondo adalah : pemakaian kayu jati sebagai bahan baku utama pembangunan rumah.

Kayu jenis ini terkenal kuat dan kokoh, sehingga tidaklah heran jika sudah dipakai sebagai bahan bangunan sejak zaman dahulu. Penggunaan kayu dalam rumah Joglo meliputi tiang rumah, dinding dan juga lantai rumah.

Adapun pembagian kategori ruangan dalam Rumah Joglo Situbondo lebih sedikit dibandingkan dengan rumah Joglo pada umumnya yaitu hanya dua ruangan saja yaitu :

1. Pendopo

Pendopo merupakan bagian paling depan dari Rumah Joglo Situbondo maupun rumah Joglo yang lain. Ruangan ini berukuran cukup lapang, dan biasa dipergunakan sebagai tempat menyambut tamu.

Selain itu, pendopo juga biasa digunakan sebagai tempat pertemuan masyarakat Jawa guna bermusyawarah, berdiskusi atau bersepakat terkait acara adat ataupun pernikahan dll. Sehingga ruangan ini sangat penting mengingat fungsi dan manfaatnya.

2. Ruangan Belakang

Dalam Rumah Joglo Situbondo pada bagian belakang hanya terdapat dua ruangan saja, yaitu Kamar tidur dan dapur. Jumlah ruangan kamar tidur dalam rumah adat Joglo Situbondo menyesuaikan dengan jumlah anggota keluarga.

Adapun pembatas antar kamar atau ruangan terkadang bukan terbuat dari beton, namun dari papan kayu yang sudah ditipiskan. Akan tetapi pada zaman sekarang, kebanyakan dinding terbuat menggunakan batu bata. Sebab dirasa lebih awet, modern dan kekinian.

Pada bagian dapurnya, masih menggunakan alat-alat tradisional sebagai alat memasak seperti tungku yang terbuat dari tanah liat sebagai sumber perapian.

Dari penjelasan diatas, rumah adat Jawa Timur Situbondo arsitekturnya sangatlah tradisional serta mempunyai corak yang begitu khas. Maka sudah sepatutnya, kita sebagai penerus generasi bangsa untuk menjaga kelestarian rumah adat tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *