Belajar Ilmu Tajwid | Pengertian, Dalil, Keutamaan, Kesalahan

Ilmu Tajwid – Al Qur’an merupakan kalam Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dengan perantara Malaikat Jibril AS serta membacanya bernilai ibadah.

Namun bagi seorang muslim, bukan hanya perkara membacanya saja. Lebih dari itu, ada banyak hal yang perlu diperhatikan. Karena ayat-ayat suci Al qur’an tidaklah bisa disamakan dengan perkataan maupun tulisan manusia. Oleh karena itu, membacanya juga terdapat kaidah dan aturan yang harus ditaati.

Salah satu hal yang harus dijaga ketika sedang melantunkan ayat-ayat suci Al qur’an adalah memperhatikan hukum ilmu tajwidnya. Lalu apakah pengertian tajwid? Bagaimana hukum mempelajarinya? simak pembahasan lengkapnya dibawah ini.

BACA JUGA | Mengenal 29 Huruf Hijaiyah dan Cara Bacanya

Pengertian Ilmu Tajwid Secara Lengkap

hukum tajwid

Pengertian Secara Bahasa

Tajwid (تجويد) berasal dari kata (جوّد-يجوّد-تجويد) yang secara bahasa berarti memperindah, menyempurnakan atau membaguskan. Adapun pengertian Tajwid menurut ilmu lughah  adalah “al-ityaanu biljayyidi” ” sesuatu yang membawa kebaikan”.

Selain itu, Tajwid disebut juga dengan “Tahsin” yang berarti memperindah dan membaguskan ketika membaca Al qur’an. Sedangkan orang yang mahir dalam membaca Al Qur’an dinamakan Mujawwad.

Pengertian Secara Istilah

Secara istilah Syeikh Ibnul Jazari menjelaskan :

الإتيان بالقراءة مجودة بالألفاظ بريئة من الرداءة في النطق ومعناه انتهاء الغاية في التصحيح وبلوغ النهاية في التحسين

“tajwid merupakan membaca AL-Qur’an dengan memperindah pelafalannya, sehingga terhindar dari kesalahan pengucapan dan kesalahan maknanya, serta membaca dengan maksimal tingkat kebenarannya dan kebagusannya”

BACA JUGA | Tanda-tanda Waqaf dalam Al-Qur’an yang Harus diketahui

Atau dalam artian membaca huruf hijaiyah sesuai dengan makhrojnya dengan memberikan haknya baik berupa sifat-sifatnya maupun hukum-hukumnya.

Hukum Mempelajari Ilmu Tajwid

Menurut para ulama, hukum belajar Ilmu Tajwid adalah Fardu Kifayah, yaitu tidak diharuskan semua orang muslim untuk mempelajarinya secara mendalam. Namun cukup diwakilkan kepada sebagian orang muslim diantara mereka. Akan tetapi, jika dalam sebuah kaum atau golongan tidak ada yang mempelajarinya, maka berdosalah golongan tesebut.

Para ulama juga bersepakat mengamalakan hukum tajwid ketika membaca ayat suci Al quran adalah wajib atau fardu ‘ain.

Dalil Membaca Al Qur’an dengan Ilmu Tajwid

1. Surat Al Muzammil ayat 4

ilmu tajwid
belajarngaji.net

“Bacalah Alqur’an dengan tartil” ( QS : 73 : 4 ). 

Secara jelas dalam ayat ini bahwa Allah SWT memerintahkan Nabi Muhammad SAW supaya membaca Al-Quran dengan tartil, yaitu dengan cara memperbagus setiap huruf yang ucapkan agar sesuai haknya.

2. Perkataan Syeikh Ibnul Jazari 

ilmu tajwid
binaalquran.wordpress.com

Membaca Al qur’an dengan Tajwid hukumnya wajib * Barangsiapa yang membaca Al qur’an tidak menggunakan Tajwid berdosa Karena sesungguhnya Allah menurunkan Al qur’an disertai Ilmu TawidDan seperti inilah Al qur’an sampai kepada kita dari Nya. 

Kesalahan dalam Membaca Al Qur’an

Para ulama qiraat mengatakan membaca ayat-ayat suci Al Qur’an dengan tidak menggunakan tajwid temasuk suatu Kesalahan (لحن). Menurut Imam Jalaluddin al-Suyuthi terdapat dua kesalahan dalam membaca Al Qur’an diantaranya:

  • Al-Lahn Al-Jaliy

Yaitu kesalahan pada lafazh yang dapat diketahui baik oleh ahli qiraat maupun oleh orang islam secara umum. Sebagai contoh salah dalam membaca huruf, merubah harakat menjadi sukun, menambah atau mengurangi huruf. Al-Lahn Al-Jaliy hukumnya haram baik mengubah makna ataupun tidak.

Al-Lahn Al-Jaliy merupakan kesalahan besar yang dapat merubah makna ayat. Contoh adalah dalam membaca surat AL-Fatihah yaitu merubah huruf (ع) pada kata (لعلمينI) artinya semesta alam menjadi (أ) sehingga berbunyi (لألمينI) artinya penyakit.

  • al-Lahn al-Khâfiy (اللحن الخفي).

Kesalahan dalam al-Lahn al-Khâfiy praktis hanya diketahui oleh ahli qiraat saja atau orang yang memfokuskan untuk mendalami keilmuan tajwid. Sebagai contoh kesalahan dalam membaca sifat shofir pada huruf (sin) ataupun dalam melafazhkan huruf ر (ra’) tafkhim maupun tarqiq.

Keutamaan Belajar Ilmu Tajwid

Belajar Ilmu Tajwid merupakan sebuah kemuliaan. Karena dengan mempelajarinya, seseorang akan terjaga dari berbagai kesalahan baik makhorijul khuruf maupun shifatul huruf. Selain itu, dalam sebuah hadis juga dijelaskan orang yang mahir dalam membaca Al Qur’an akan dimasukkan ke dalam surga dengan Maliakat yang mulia.

Nabi Muhammad Saw bersabda :

اَلْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَ الَّذِيْ يَقْرَؤُهُ وَ يَتَتَعْتَعُ فِيْهِ وَ هُوِ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ

” Orang yang pandai dalam Al Qur’an akan bersama dengan malaikat yang mulia lagi taat, dan orang yang membaca Al Qur’an dengan terbata-bata dan mengalami kesulitan maka baginya dua pahala (HR. Muttafaqun Alaih) “

Manfaat Belajar Tajwid

Belajar ilmu tajwid mempunyai manfaat yang sangat besar bagi seorang muslim. Karena akan memperoleh kedudukan yang agung baik di dunia maupun di akhirat. Seperti yang disabdakan Nabi Muhammad SAW,

إِنَّ اللهَ تَعَالَى يَرْفَعُ بِهَذَا الْكِتَابِ أَقْوَامًا وَ يَضَعُ بِهِ آخَرِيْنَ

“Sesungguhnya Allah akan mengangkat derajat suatu kaum dengan Al-Quran dan merendahkan sebagian yang lainnya juga dengan al-Qur’an. (HR. Muttafaqun Alaih) “

Demilkianlah uraian tentang pengertian, hukum, tujuan serta keutamaan ilmu tajwid. Mudah-mudahan kita semua bisa lebih termotivasi lagi untuk mempelajarinya. Semoga menginspirasi dan bermanfaat.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *