Belajar Huruf Hijaiyah | Cara Bacanya, Jumlah Hurufnya [ Lengkap ]

Huruf Hijaiyah – Al-Qur’an merupakan mu’jizat dari Allah SWT yang diturunkan dalam bahasa arab. Bagi orang arab, membaca Al-Qur’an bukanlah perkara yang sulit, sebab teksnya menggunakan bahasa arab.

Namun bagi orang non arab seperti Indonesia, hal tersebut bukan sesuatu yang sepele. Karena mereka perlu belajar dari dasarnya seperti mengenal huruf hijaiyah.

Pada kesempatan kali ini, kita akan mengenal lebih jauh tentang apakah itu huruf hijaiyah, berapakah jumlahnya? Nah, langsung saja perhatikan ulasannya dibawah ini.

Jumlah Huruf Hijaiyah Ada Berapa?

Pertanyaan pertama kali yang seringkali mencuat adalah tentang berapakah jumlah huruf hijaiyah. Lalu sebenarnya berapa sih jumlah hurufnya?

Nah, para ulama tajwid berbeda pendapat berkaitan jumlah hurufnya. Ada yang mengatakan 28, 29 dan 30. Namun disini penulis lebih condong bahwa huruf hijaiyah berjumlah 29.

Untuk lebih lengkapnya silahkan baca Jumlah huruf hijaiyah 28, 29 atau 30?

Belajar Huruf Hijaiyah dan Cara Bacanya

No

HurufBacaan ArabBacaan Latin
1اأَلِفْ

Alif

2

ببَاBa

3

تتَا

Ta

4ثثَا

Tsa

5

ججِيمْJim
6ححَا

Ha

7

خخَاKho
8ددَالْ

Dal

9

ذذَالْDzal
10ررَا

Ro

11

ز  زَي Zay
12سسِينْ

Sin

13

ششِينْSyin
14صصَادْ

Shod

15

ضضَادْDhod
16ططَا

Tho

17

ظظَاDzho
18ععَيْنْ

`Ain

19

غغَيْنْGhoin
20ففَا

Fa

21

ققَافْQof
22ككَافْ

Kaf

23

للامْLam
24ممِيمْ

Mim

25

ننُونْNun
26هـهَا

Ha

27

ووَاوْWâw
28ييَا

29

ءهَمْزَةٌ

Hamzah

Belajar Tanda Baca Huruf Hijaiyah

A. Pengertian Tanda Baca

Tanda baca huruf hijaiyah atau sering dikenal dengan istilah harakat ( حَرَكَةٌ ) atau syakal ( ٌشَكْل ) merupakan tanda yang berguna untuk menentukan bunyi huruf-huruf hijaiyah. Karena tanpa adanya tanda baca ini, orang tidak akan mengetahui bagaimana cara mengucapkanya.

Seperti kita tau, huruf-huruf arab pada dasarnya bersifat konsonan, dan harakatnya disebut dengan vokal. Huruf konsonan tanpa vokal tidak akan mempunyai bunyi. Sehingga inilah fungsi dari tanda baca yaitu memberikan bunyi pada huruf tersebut.

B. Bentuk Tanda Baca atau Harakat

1. Harakat berbaris satu yaitu fatkhah, kasroh, dhommah ( —ُ—ِ—َ ) 

  • Harakat fathah / فتحة ( َ )
    Dalam bahasa Indonesia dibaca vokal “a”
    Contoh :
No.HarakatHuruf Berharakat FatkhahContohDibaca
1.FathahFa dan Ta فَاتَّقُواFattaquu
2.FathahKaf dan FaكَفَرُوْاKafaruu
3.FathahWa dan YaوَّيَهْدِيْWayahdii
  • Tanda Kasrah كسرة ( ِ )
    Dalam bahasa Indonesia dibaca vokal “ i ”
    Contoh :
No.HarakatHuruf Berharakat KasrohContohDibaca
1.KasrahRa’نْ يَّضْرِبَAyyadhriba
2.KasrahDhad dan Baيُضِلُّ بِهٖYudhillu Bihii
3.KasrahTsaكَثِيْرًاKatsiiraa
  • Tanda Dhommah ضمة ( ُ )
    Dalam bahasa Indonesia dibaca vokal “u”
    Contoh :
No.HarakatHuruf Berharakat DhommahContohDibaca
1.DhommahHaعَرَضَهُمْ‘Arodhohum
2.DhommahLamكُلَّهَاKullahaa
3.DhommahKaf dan Ta اِنْ كُنْتُمْIn Kuntum

2.  Tanwin ( —ٌ—ٍ—ً ) atau Harakat Rangkap

  • Tanda Fathatain 
    Dalam bahasa Indonesia dibaca “an”
    Contoh :
No.HarakatHuruf Berharakat Fathatain  ContohDibaca
1.FathatainKhaً فَتْحًاFathan
2.FathatainThoصِرَاطًاShiroothoo
3.FathatainMim مُّسْتَقِيْمًاۙMustaqiimaa
  • Tanda Kasratain
    Dalam bahasa Indonesia dibaca “in”
    Contoh :
No.Harakat  Huruf Berharakat Kasratain ContohDibaca
1.KasratainTa’جَنّٰتٍJannaatin
2.KasratainHamzahشَيْءٍSyaiin
3.Kasratain‘AinكَزَرْعٍKazar’in
  • Tanda Dhommatain
    Dalam bahasa Indonesia dibaca “un”
    Contoh :
No.HarakatHuruf Berharakat Dhommatain ContohDibaca
1.DhommatainJimًحَرَجٌHarajun
2.DhommatainTa’مُّطَهَّرَةٌMuthohharatun 
3.DhommatainRa’ٌ مُسْتَقَرٌّMustaqqrrun

3. Harakat mati (  —ْ ) atau sukun

Harakat seperti ini dinamakan sukun karena tidak ada mempunyai vokal atau konsonan. Apabila hamzah berharakat sukun, maka dinamakan alif, adapun alif hidup atau berharakat dinamakan hamzah. Proses berubahnya alif menjadi hamzah dinamakan “Alif Yabisah
Contoh :

No.Harakat Huruf Berharakat Sukun Contoh    Dibaca
1.SukunHaعَنْهَا‘Anhaa
2.SukunMim اَنْفُسَكُمْAnfusakum
3.SukunDzaاَخَذْنَاAkhodznaa

    4. Tanda Tasydid / تشديد  ( —ّ )

    Jika terjadi pertemuan antara dua huruf yang sama (berjejer), yang salah satu diantara kedua huruf tersebut mati. Sebagai contoh huruf (جَ/جً), disini dapat ditulis dengan tanda tasydid menjadi (جَّ). Penulisan tasydid tidak ada perbedaan baik keadaan fathah, kasrah maupun dhommah.
    Contoh:

    No.Harakat   Huruf Berharakat Tasydid ContohDibaca
    1.TasydidTho’الطُّوْرَۗAtthuur
    2.TasydidLamلَعَلَّكُمْLa’allakum
    3.TasydidTa’تَتَّقُوْنَTattaquun

    5. Tanda Panjang  Tanda baca panjang

    Terdapat dua harakat panjang dalam Al-Qur’an diantaranya :

    1. Harakat panjang yang terdapat pada tanda baca hidup berbaris satu yaitu pada fathah, kasrah serta dhommah. Apabila asalnya adalah harakat fatkhah maka tandanya berbentuk tegak keatas (  ), apabila asalnya adalah harakat kasroh maka harakatnya berbentuk tegak dibawah (  ), dan apabila asalnya harakat dhommah maka harakatnya berbentuk dhommah terbalik diatas (  ). Cara membaca untuk tanda panjang seperti ini adalah dipanjangkan 2 ketukan (1 alif).
    2. Harakat panjang hingga 6 ketukan (3 alif ) simbolnya adalah (  ~  ). Tanda panjang seperti ini bisa dijumpai pada bacaan mad wajib muttashil, mad jaiz munfashil dll.

    Contoh :

    No.Tanda HarakatHuruf DitandaiContohCara Membaca
    1. Fathah Berdiri Hamzah dan Nunاٰتَيْنٰكُمْ Aatainaakum
    2. Fathah Berdiri Nunالنّٰظِرِيْنَ Annaadziriin
    3. Fathah Berdiri Dalفَادّٰرَءْتُمْ Faddaaro’tum
    4. Kasrah Berdiri Ha بِنَـصْرِهٖ Binashrihî
    5. Kasrah berdiri Ha اِنَّهٗ Bihî
    6. Kasrah BerdiriHa’ عَلَيْــهٖ ‘Alaihî
    7. Dhommah terbalikHaخَطِيْۤـَٔتُهٗ Khothiiatuhuu
    8. Dhommah terbalikHaنَزَّلَهٗ Nazzalahû
    9. Dhommah terbalikHaفَاِنَّهٗ Innahû
    10. Harakat panjangRa’ وَرَاۤءَ Waraã
    11. Harakat panjangDalدَاۤبَّةٍ Dabbaãtin
    12. Harakat panjangGhoinابْتِغَاۤءَ KaãfhãyãIbtighooa

    Cara Menulis Huruf Hijaiyah Bersambung

    Beberapa catatan dalam penulisan huruf arab :

    1. Menulis huruf arab adalah searah jarum jam atau dari kanan ke kiri

    2. Berdasarkan penulisannya, huruf arab ada yang dapat disambung dan menyambung serta huruf yang hanya bisa disambung. Hal ini dipengaruhi oleh huruf dan letak huruf itu sendiri (di tengah, belakang, depan atau terpisah). Di antara huruf-huruf itu terdapat beberapa huruf yang dapat disambung dan menyambung dan beberapa huruf yang hanya dapat disambung.

    Untuk lebih jelasnya lihat keterangan pada gambar dibawah ini :

    huruf hijaiyah
    pintarmenulisarab.wordpress.com
    Huruf hijaiyah
    pintarmenulisarab.wordpress.com
    Huruf hijaiyah
    pintarmenulisarab.wordpress.com

    Demilkianlah pembahasan huruf hijaiyah secara lengkap. Mudah-mudahan tulisan ini dapat menjadikan kita lebih baik lagi dalam membaca ayat suci Al-Qur’an. Semoga menginspirasi dan bermanfaat.

    Add a Comment

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *