Eksplore Cibodas

 

Hai sobat, kamu pasti suka Berwisata, karena kegiatan yang satu ini pasti sangat di tunggu – tunggu oleh banyak orang, terutama  bagi mereka yang super sibuk dengan pekerjaanya.

Seperti saya yang masih pelajar, setelah sekian lama sibuk dengan tugas yang cukup membuat pusing tujuh keliling, inilah momen yang dirasa sangat pas untuk kembali menyegarkan fikiran.

Rapat bersama tim

Setelah kami menyeleksi sekian banyak tempat wisata yang ada di sekitaran jakarta. Cibodas menjadi tempat yang kami pilih,  karena disana banyak tempat wisata yang menarik untuk di eksplore, seperti Kebun raya Cibodas, Air Terjun cibeureum dan masih banyak yang lainya.

Pemilihan Cibodas sebagai destinasi wisata kali ini, itu karena lokasinya yang tidak jauh dari jakarta. Berlokasi di Kabupaten Cianjur Provinsi Jawa Barat, atau yang lebih tepatnya berada di kaki Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

Persiapan sebelum ke Cibodas

https://hourex150l.wordpress.com/2011/12/29/solo-touring-tete/

Tidak terlalu banyak perlatan yang kami bawa, kami hanya membawa tas, baju dan celena untuk salinan, kamera, hp, jaket, sepatu dan sesuatu yang dirasa perlu saja.

Setelah kami berunding, akhirnya kami putuskan perjalanan menuju Cibodas akan dilakukan dengan mengendarai Sepeda Motor. Sebelum berangkat kami mengecek kesiapan motor kami, mulai dari ban, bensin, lampu agar di tengah perjalanan tidak terjadi kendala.

Keberangkatan

Total kami berjumlah 13 orang yang kesemuanya adalah laki -laki, lalu sekitar pukul 20:00 malam kami mulai bertolak menuju ke Cibodas melalui Jalan Jaya Pasar Rebo. Dan Alhmadulillah kondisi jalan raya pada malam itu lancar sehingga kami tidak terjebak kemacetan.

hondabeattulungagung.blogspot.com

Setelah perjalanan kurang lebih dua jam, kami sempat beristrahat di salah satu Pom bensin yang ada di daerah bogor, dengan ditemani snack dan secangkir minuman untuk menghangatkan tubuh.

Tidak lama setelah itu kami kembali melanjutkan perjalanan, karena untuk mencapai pos satu yaitu Masjid Ta’awun jaraknya masih cukup jauh.

Sampai pos satu

pramitasaridita.wordpress.com

 

Sekitar pukul 00:00 WIB, Alhamdulillah saya beserta rombongan telah sampai di pos satu yaitu Masjid Ta’awun yang terletak di Kabupaten Bogor. Disitu kita di sambut dengan udara yang sangat dingin. Wajar saja karena memang udara di jakarta sangat berbeda dengan yang ada di Puncak Bogor.

Walaupun kami sampai di pos satu tengah malam, ternyata suasana yang ada disitu masih begitu ramai. Banyak sekali pedagang yang menjajakan daganganya mulai dari makanan, aksesoris, pakaian bahkan jasa tukang foto pun ada.

Di waktu itupun saya tidak mau menyia – nyiakan momen langka ini, lansung saja saya dan rombongan bergegas untuk mengeksplore apa yang ada di masjid Ta’awun dan mengabadikanya dengan kamera kami.

Letaknya yang berada di atas pegunungan, menjadikan Masjid Ta’awun khusunya pada malam hari sangat cocok untuk menikmati pemandangan yang begitu cantik, saya dapat melihat gemerlap lampu – lampu perkotaan yang terlihat indah dari atas.

Tantangan sebenarnya dimulai

 

Setelah puas berselfie ria di Masjid Ta’awun, kami kembali berkumpul untuk merundingkan perjalanan selanjutnya. Di Masjid Ta’awun, kami juga menitipkan kendaraan di tempat parkir yang tersedia. Pada saat itu di sampaikan oleh ketua regu, bahwa perjalanan masih sangat panjang untuk sampai ke Cibodas.

Karena memang dalam rombongan kami yang pernah mengunjungi Cibodas hanya dua orang saja, sehingga kami pun para anggota hanya mengikuti instruksi ketua kelompok saja.

Lanjut perjalanan

Kemudian sekitar jam satu pagi, setelah berdoa bersama – sama, kami melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju Cibodas.

Di saat itu ketika rapat, ketua regu tidak menyampaikan bahwa jarak dari Masjid Ta’awun sampai dengan pos 2 bisa memakan waktu sampai dengan 6 jam.

Sehingga saya dan rombongan yang baru pertama kali akan ke Cibodas merasa enjoy – enjoy saja. Karena kita mengira, mungkin satu atau dua jam saja sudah sampai Cibodas.

Kaki mulai pegel pegel

Setelah perjalanan kurang lebih dua jam, banyak diantara kami yang mulai merasakan pegel – pegel di kakinya. Tetapi berkat kekuatan berjamaah dan saling memotivasi pegel- pegel pada kaki pun sudah tidak dirasa lagi. Dan hilang dengan sekejap. hehehe…

Pada saat itu juga ketua kelompok menyampaikan bahwa untuk sampai ke Cibodas masih butuh waktu kurang lebih 4 jam lagi.

Nah, disitu mulai ada yang komplain, bahkan ada yang mengatakan kalau perjalananya sejauh itu, mendingan kita naik motor saja sampai dengan Cibodas, kan nggak terlalu jauh. Kalau perjalanan yang sejauh ini di habiskan untuk mendaki gunung sih asik – asik aja, Lha kok ini malah di habiskan di tengah jalan raya.

Dari situ ketua kelopok menerangkan tujuan utama wisata yang sebenarnya. Bahwa yang dicari bukan hanya mengunjungi tempat wisatanya saja. Tetapi punya misi khusus yaitu kita di suruh membayangkan dan meneladani bagaimana kegigihan para ulama zaman dahulu ketika ingin mendapatkan sebuah ilmu.

Mereka rela menempuh perjalanan yang jaraknya ratusan kilo meter, hanya untuk mendapatkan sebuah keterangan satu hadis saja. Dari situ kami mulai menyadari makna perjalanan ini.

Sudah menemui titik terang

Ketika telah terdengar suara adzan subuh, kami memutuskan untuk berhenti sejenak di sebuah mushola. Disitu kami melakukan solat subuh secara berjamaah.

Dan momen solat subuh ini juga kami gunakan untuk beristirahat sejenak, hitung – hitung ngebuang rasa pegel di kaki.

Dan  sekitar jam 7 pagi, rombongan kami sampai di pos yang kedua yaitu kaki Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Alhamdulillah…

Sarapan pagi

Sesampainya di pos ke dua, kami langsung menuju WarSun (Warung Sunda) yang ada di sekitar lokasi untuk megisi perut sudah mulai keroncongan.

Alhamdulillah, di WarSun tersebut ternyata di sediakan kasur gratis untuk para pembeli, tanpa fikir panjang, sambil menunggu makanan siap, kita semua langsung tepar guna meluruskan otot – otot yang sudah seperti kawat. hahaha

Sempat ada fikiran sih, biasanya kalau makanan di tempat wisata terkadang harganya mahal, apalagi terdapat fasilitas kasurnya. Tetapi ternyata itu semua hanya bayang – bayang saja. Dan kenyataanya harga makanan masih relatif murah.

Tujuan akhir

Setelah makan dan istirahat, kami kembali melanjutkan perjalanan menuju lokasi terakhir yaitu Air Terjun Cibeureum. Sebelumya kami membayar tiket masuk terlebih dahulu, biayanya sekitar 6000 rupiah per orang.

Sungguh ini adalah pengalaman yang sangat luar biasa bagi saya, karena saya belum pernah berwisata kehutan belantara seperti ini.

Di tengah perjalanan, kami juga sempat melihat hewan liar salah satunya adalah monyet yang sedang bergelantungan di atas pohon. Rasanya seperti mimpi aja ketemu monyet. hehehe…

Udara yang di hutan sangat segar, bersih, sejuk karena jauh dari polusi udara. Pokoknya kami semua benar – benar menikmati perjalanan menuju air terjun ini. Dan kamera pun tak henti – hentinya digunakan untuk memotret setiap momen yang dilewati.

Dan pada akhirnya sekitar jam 10 pagi kami sampai di lokasi tujuan yaitu Air Terjun Cibereum, sungguh haru bercampur bahagia perasaan kami pada saat itu. Lelah perjalanan yang kurang lebihnya 14 jam tergantikan dengan indahnya alam, dan suara gemuruh Air Terjun.

 

Dan nggak pake lama, satu persatu anggota diantara kami lansung mandi di bawah guyuran air terjun yang deras. Inilah cerita perjalanan kami yang cukup melelahkan, mengasyikan dan berkesan. Terima kasih sudah mampir ke Rivorma.com.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *