Legenda Cerita Rakyat Batu Menangis | Hikayat Rakyat Kalimantan

cerita rakyat batu menangis

Cerita Rakyat Batu Menangis – Alkisah, pada zaman dahulu, hiduplah sebuah keluarga miskin di pedalaman hutan Kalimantan. Didalam keluarga tersebut hanya terdiri dari ibu dan seorang anak gadis.

Keseharian Sang ibu adalah sibuk bekerja di sawah untuk bertani. Pekerjaan tersebut rela dia lakukan hanya untuk memenuhi kebutuhannya dan anak semata wayangnya.

Legenda Cerita Rakyat Batu menangis dari Kalimantan

Perilakunya Tidaklah Secantik Parasnya

Cerita rakyat batu menangis
youtube.com

Sejatinya Sang ibu sangatlah bersyukur, karena putrinya dikaruniai paras yang begitu cantik dan menawan. Tetapi sayang, perilakunya tidaklah secantik parasnya.

Gadis tersebut sangatlah manja, pemalas serta enggan membantu pekerjaan ibunya. Bahkan segala macam permintaan yang dilontarkan harus segera di kabulkan.

BACA JUGA | Legenda Cerita Sangkuriang (Terbentuknya Gunung Tangkuban Perahu)

Setiap hari yang dilakukannya hanyalah berhias di depan cermin dan mempercantik diri tanpa peduli dengan kesibukan ibunya. cerita rakyat batu menangis

Bahkan lebih parahnya lagi, ketika Sang Ibu baru saja pulang dari bekerja, ibunya langsung dihadapkan dengan berbagai macam keluh kesah dari anak gadisnya.

“Ibu lama sekali pergi bekerja, dirumah aku kelaparan bu! lihatlah, di meja tidak ada makanan sama sekali,” ujarnya sambil mengerutkan dahi.

“Maafkanlah Ibumu wahai putriku, Ibu baru pulang dari pasar, tetapi kan masih tersisa sedikit makanan di meja,” jelasnya.

Kemudian dengan sisa tenaga yang dimilki, Sang Ibu membereskan barang dagangan yang dibawanya.

Disaat dia sedang membereskan barangnya, anak gadis tersebut tak henti-hentinya mengeluh kepadanya,

“Tahukah ibu, aku sudah bosan dengan makan itu, setiap hari hanya memasak itu-itu saja!” cerita rakyat batu menangis

Ucapan yang dilontarkan anaknya, membuat hatinya begitu sedih. Sebenarnya sang ibu ingin sekali memasak makanan yang disukai anak gadisnya, namun karena kondisi yang tidak memungkinkan akhirnya sang ibu hanya memasak seadanya.

Tetapi dengan kondisi tersebut, Sang gadis tetap saja tidak peduli dengan keadaan ibunya yang sedang kesusahan mencari uang.

Legenda Batu Menangis Kalimantan Barat

Cerita rakyat batu menangis
youtube.com

Suatu ketika, sang gadis mendapat undangan pesta dari kawannya. Tentu saja undangan tersebut membuat perasaan gadis itu senang bukan kepalang.

BACA JUGA | Legenda Cerita Malin Kundang serta Hikmahnya

Dia membayangkan, tamu-tamu pria yang hadir dalam pesta itu akan kagum dengan kecantikan wajahnya.Sementara itu, para wanita mungkin akan dengki melihat kecantikannya.

Tiba-tiba sang gadis teringat, bahwa ia tak mempunyai pakaian yang bagus untuk dikenakan dalam pesta tersebut. Seketika itu, ia langsung mencari sang ibu yang sedang memasak di dapur lalu berkata,

“Aku mengiginkan sebuah baju baru, Ibu besok harus membelinya.”

Dengan hati yang sangat lapang dan merasa kasihan dengan anaknya, ibunya berkata “Iya anakku, Ibu akan membelikan baju baru untukmu besok.”

Sang Gadis Malu Berjalan Bersama Ibunya

cerita rakyat batu menangis
youtube.com

Sebelum berangkat menuju pasar, seperti biasa Sang ibu sibuk membereskan segala macam pekerjaan rumah. Namun disisi lain, anak gadisnya malah sibuk bersolek untuk mempercantik diri di depan cermin. Cerita rakyat batu menangis

Untuk sampai di pasar, mereka harus berjalan cukup jauh dengan melewati jalanan perbukitan dan pedesaan. Sebelum berangkat, sang gadis berujar kepada ibunya.

BACA JUGA | Cerita Rakyat Ande Ande Lumut dari Jawa Timur

“Ibu jangan berjalan disampingku, karena aku tidak ingin kecantikanku ternoda gara-gara ibu. Ibu harus berada di belakangku, karena aku merasa malu berjalan bersama ibu. Pokoknya ibu harus berjalan di belakangku!” dengan nada tegas.

Mendengar perkataan putrinya, sang ibu merasakan kekecewaan dan kesedihan yang luar biasa. Namun disaat itu, sang ibu tidak dapat berbuat apa-apa. Dia hanya diam lalu menuruti permintaan anaknya.  cerita rakyat batu menangis

Akhirnya mereka berdua berjalan saling berjauhan, sang Ibu berjalan di belakang putrinya. cerita rakyat batu menangis

Sang Anak Malu untuk Mengakui Ibunya

Cerita rakyat batu menangis
youtube.com

Ketika memasuki sebuah desa, banyak pemuda yang terpesona melihat kecantikan sang gadis, sehingga diantara mereka banyak yang ingin berkenalan dengan sang gadis. cerita rakyat batu menangis

Lalu satu persatu dari mereka mulai bertanya kepada sang gadis,

“Wahai Nona, kalau boleh saya tau, kemanakah engkau hendak pergi dan dari manakan asalmu?” pemuda pertama bertanya.  cerita rakyat batu menangis

“Aku ingin membeli sebuah baju dan aku berasal dari seberang bukit.”

“Lalu apakah siapakah orang tua yang berada di belakangmu? apakah dia ibumu?” tanya pemuda kedua yang bertemu dengan dia.  cerita rakyat batu menangis

“Bukan! dia dia bukanlah ibuku tapi pembantuku,” jawabnya tanpa canggung dan tiada ada rasa bersalah.

Mendengar jawaban putrinya itu, ibunya sangat amat merasa sedih dan nelangsa, tidak berhenti sampai disitu, setiap kali ada orang yang bertanya kepadanya tentang perempuan yang berada dibelakangnya, dia terus mengulangi jawabannya tersebut.

kemudian dia mendatangi anaknya seraya berkata,

“Wahai putriku, apakah kau malu untuk mengakui aku sebagai ibumu? Akulah yang melahirkan melahirkan dan membesarkanmu di dunia ini. Lantas inilah balasan yang kau berikan pada ibumu?”

Putrinya sangat kesal lalu membentak,

“Aku tidak pernah meminta dilahirkan oleh wanita miskin seperti ibu. Aku tidaklah pantas menjadi anak ibu. Lihat saja wajah ibu’ keriput, jelek dan kotor! Iebih pantas ibu menjadi pembantuku!”.

Semakin lama perasaan yang dirasakan ibunya semakin hancur. Hingga pada suatu waktu, ibunya sudah tidak tahan lagi dengan penghinaan yang terus dilakukan putrinya. Diapun tersungkur sembari menengadahkan tangannya ke langit diiringi cucuran air mata,

“Oh putriku, tega sekali kau mendurhakai ibumu ini yang telah melahirkanmu dan membesarkanmu. Ya Tuhan, berilah hukuman putriku yang durhaka menjadi batu”.

Seketika itu langit berubah menjadi gelap, awan cerah berubah mendung serta diiringi kilat yang menyambar-nyambar.

Cerita rakyat batu menangis
youtube.com

Putrinya merasa sangat ketakutan, kemudian ia mencoba berlari. Namun saat itulah, dia mengetahui bahwa kedua kakinya telah berubah menjadi batu.

Mengetahui kedua kakinya berubah menjadi batu, gadis tersebut menangis seraya memohon ampun kepada ibunya.

Tetapi sayang, semua sudah terlambat, hingga akhirnya sekujur tubuh gadis tersebut berubah menjadi batu.

Gambar Batu Menangis

cerita rakyat batu menangis
news.okezone.com
cerita rakyat batu menangis
youtube.com

Pesan moral Legenda Cerita Rakyat Batu Menangis

Perlu kita ketahui, bahwa cinta kasih dan pengorbanan orang tua kepada anaknya begitu besar. Orang tua selalu mengusahakan apapun yang kita minta walau pun itu sangat sulit bagi mereka.

Hormatilah kedua orang tuamu terkhusus ibumu yang telah melahirkan dan merawatmu. Ingat surga berada dibawah telapak kaki ibumu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *